Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Labeli Aku

 

Pagi itu kelas terasa sepi. Beberapa saat kemudian Arif datang menemui saya. Arif adalah anak laki-laki berusia 6 tahun. Ia berkulit putih dan berambut hitam pekat afak keriting. Arif anak keturunan Arab, tetapi sejak lahir dibesarkan di Indonesia. Di lingkungannya Arif sering disebut sebagai anak nakal. Di sekolah pun ia sering menggangu temannya ketika sedang berdo'a dan belajar. 

Saat itu, saya dan Arif hanya berdua di kelas. Ia terlihat memandangi saya yang sibuk dengan beberapa kertas untuk persiapan mengajar. Lalu saya lontarkan kalimat sederhana pada Arif sambil tersenyum.

"Kamu anak yang baik ya, Nak..."

Arif menjawab, "𝙉𝙜𝙜𝙖𝙠", Bu. Saya anak nakal."

Mendengar pengakuan darinya, saya tertegun lalu bertanya lagi. 

"Mengapa kamu bilang seperti itu, Nak?"

"Kata orang-orang, aku nakal. Tangabku juga memang suka ganggu teman saat doa dan suka menjahili teman". 

Dari jawaban Arif tersebut, ia tahu bahwa ia telah melakukan kesalahan dengan mengganggu temannya, tapi ia seperti menikmati sebutan nakal pada dirinya.

Ya, itulah 𝙡𝙖𝙗𝙚𝙡𝙡𝙞𝙣𝙜.

Para orang tua, guru, teman, atau pun lingkungan kita, secara tidak sadar pernah atau bahkan sering memberikan label pada seorang anak. Namun, Tahukah anda, memberikan label pada anak akan memperburuk keadaan dan menghambat perkembangan si anak?

Anak yang dapat label positif akan bangga dan terlalu percaya diri, tapi anak dengan pelabelan negatif akan mengalami kegelisahan serta penurunan tingkat kepercayaan dirinya. Hal ini karena pelabelan tersebut akan menjadi beban mental pada diri anak untuk mempertahankan label positif itu atau merasa dirinya tidak berguna dengan label negatif itu.

Misalnya, seorang anak mendapat pelabelan dari lingkungannya sebagai anak yang malas dan kinerjanya selalu lama (lelet). Apakah anda pernah bertanya pada anak, jangan mudah melabel negatif pada anak. Karena mungkin ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan dan sangat butuh bimbingan Anda.

Penulis: Sholihatul Afifah (Guru Kelas di  Al Irsyad Surabaya)



Posting Komentar untuk "Jangan Labeli Aku"